Para seniman membuat mata uang dengan pecahan 150, 200, 300, dan 500. Setiap pecahan dicetak terbatas dan eksklusif beredar hanya di Art Jakarta 2022 saja.
Saat dibuka pertama kalinya ada 3.000 calon pengunjung yang telah membeli tiket dan rela antre karena ada aturan PPKM. Kini Museum Rasulullah itu telah tutup.