Peneliti keamanan siber menemukan database berisi 26 miliar data bocor sebesar 13TB. Database itu berisi kumpulan data dari kebocoran dan peretasan sebelumnya.
Dua perenang Indonesia, Joe Aditya dan Azzahra Permatahani, gagal melangkah ke semifinal Olimpiade 2024. Hasil itu diyakini memberi mereka pengalaman berharga.