Sebanyak 82 kasus pada Januari, lalu ada mengalami peningkatan pada Februari, yakni 206 kasus. Kemudian, Maret 507 kasus dan pertengahan April ini 65 kasus.
Dinkes Buleleng mengungkap tantangan kesehatan masyarakat, termasuk penyakit menular dan tidak menular. Edukasi dan pencegahan dini jadi kunci penanganan.