Negara besar ternyata pernah mengalami bangkrut akibat gagal bayar utang hingga terjadi krisis dan hiperinflasi, yang mengganggu kesejahteraan masyarakat.
Utang luar negeri Indonesia tumbuh melambat pada November 2024, mencapai US$ 424,1 miliar. BI mencatat perlambatan di sektor publik dan penurunan ULN swasta.
Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan III-2024 mencapai US$ 427,8 miliar atau Rp 6.783,62 triliun (kurs Rp 15.857).
Bank Indonesia mencatatkan utang luar negeri (ULN) per bulan Agustus 2024 di Indonesia mencapai US$ 425,1 miliar atau sekitar Rp 6.617 triliun (kurs Rp 15.570).
Cadangan devisa Indonesia per November 2024 tercatat US$ 150,2 miliar, cukup untuk 6,5 bulan impor. Bank Indonesia optimis terhadap ketahanan eksternal.