Sebuah penelitian baru mengungkap bahwa kemarau panjang yang berlangsung ratusan tahun mungkin menjadi salah satu penyebab utama kepunahan Homo floresiensis.
Misni (61) menyebut semenjak dua bulan terakhir, sawah seluas 1,5 hektare miliknya mengalami kekeringan hingga akhirnya diganti dengan menanam sayuran.