Massa buruh menggelar unjuk rasa di depan DPR/MPR RI, Jakarta, dengan 5.367 personel keamanan. Tuntutan utama: tegakkan supremasi sipil dan hapus outsourcing.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Andi Gani Nena Wea, dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Said Iqbal, mendukung supremasi sipil.