Sekolah Tatap Muka rupanya memicu lebih dari seribu klaster COVID-19, khususnya pada anak-anak SD. Lantas, bagaimana Kemendikbudristek menangani situasi ini?
Sekolah tatap muka memicu klaster COVID-19 sekolah, mayoritas terjadi pada SD. Ditegaskan, orang tua berhak ikut memantau, bahkan menolak jika merasa tak siap.
Kemendikbudristek mengumumkan daftar klaster sekolah COVID-19 selama pembelajaran tatap muka atau PTM terbatas. Berikut tanggapan sejumlah pemerintah daerah.
Sekolah tatap muka dikabarkan memicu temuan 1.296 klaster COVID-19 di sekolah. Dibantah oleh Kemendikbudristek, Dirjen sebut ada mispersepsi. Ini penjelasannya.
Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mendesak pengawasan prokes sekolah tatap muka terbatas seiring munculnya klaster sekolah COVID.
Gubernur Khofifah ingin seluruh desa di Jatim memiliki Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Ini sebagai tempat pembelajaran anak hingga pencegahan stunting.