Batu yang awalnya jadi tempat duduk saat menunggu angkot ternyata bernilai sejarah. Batu itu disebut berasal dari abad 17 dan 18 sebagai alat penggiling tebu.
Museum Aryojeding, Tulungagung menyimpan aneka benda kuno hingga tali pocong dan keranda mayat. Keberadaan museum pribadi itu tak lepas dari sosok Sutarji.