Awalnya, Laeli Atik Supriyatin dan Djumadil Al Fajri hendak memeras korban. Sejoli ini mengaku terdesak ekonomi hingga akhirnya memeras dan membunuh korban.
Laeli Atik Supriyatin merupakan sarjana MIPA Universitas Indonesia. Saat kuliah, Laeli Atik Supriyatin disebut sempat bekerja di sebuah perusahaan besar.