Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan penyebab melemahnya rupiah mendekati Rp 17.000/US$, dipicu ketidakpastian pasar global dan permintaan valas korporasi.
Indonesia dan Amerika Serikat mencapai kesepakatan terbaru terkait lalu lintas data lintas negara sebagai bagian dari kerja sama ekonomi dan perdagangan digital