Industri telekomunikasi Indonesia tertekan oleh regulasi yang lemah dan dominasi OTT global. Diperlukan langkah progresif untuk memperkuat posisi nasional.
Operator seluler mengungkapkan akan selalu berinvestasi infrastruktur telekomunikasi, namun biaya regulasi tinggi membatasi pertumbuhan akses internet tersebut.
Akses internet melalui jaringan fiber optik dan seluler di Afganistan telah diputus. Para ahli memperingatkan tentang konsekuensi serius terhadap perdagangan.
XLSmart, hasil merger XL Axiata dan Smartfren, siap mendefinisikan ulang konektivitas di Indonesia dalam dua tahun ke depan. Sejumlah strategi dipersiapkan.
Kementerian Komdigi akan lelang frekuensi 1,4 GHz untuk akses internet cepat hingga 100 Mbps. Tujuh perusahaan telekomunikasi bersaing untuk blok spektrum ini.