Trump membuka dokumen intelijen yang sebelumnya dirahasiakan soal dugaan campur tangan China di pemilu AS. Ia mengklaim China mengakses 220 juta data pemilih.
Presiden Trump mengatakan Iran telah memberitahunya bahwa mereka berada dalam "keadaan kolaps" dan sedang mencari solusi untuk situasi kepemimpinan mereka.
Trump mengancam akan melancarkan lebih banyak serangan terhadap Iran, setelah AS menggempur target-target Teheran selama sembilan malam berturut-turut.
Trump mengklaim pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, telah tiada. Terbaru, Mojtaba Khamenei mengirim pesan yang berisi peringatan keras terhadap AS.