Sebanyak empat orang badan adhoc Pemilu 2024 di Provinsi NTB meninggal dunia. Mereka diduga meninggal akibat kelelahan seusai bertugas saat hari pencoblosan.
Anggota KPPS bernama Salahudin Pakaya di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo mengundurkan diri. Salahudin mundur setelah ketahuan terafiliasi partai politik.