Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif mengatakan, tekanan terhadap NMC terjadi karena perubahan komposisi teknologi, bukan karena permintaan yang melemah.
Menurut Bahlil, investasi pada proyek bernama Titan tersebut tembus US$ 7 miliar sampai US$ 8 miliar, atau setara Rp 116,90 triliun sampai Rp 133,60 triliun.
Wakil Ketua Komisi XII DPR, Putri Zulhas mengatakan, DPR mendukung pemerintah dalam pelaksanaan hilirisasi nikel, salah satunya adalah industrialisasi baterai.