Cap Go Meh, perayaan penting bagi etnis Tionghoa, dirayakan pada malam ke-15 setelah Imlek. Tradisi unik dan budaya kaya menjadikannya momen yang dinantikan.
Jayadi (40) warga Rembang tak menyangka jika batu yang dianggapnya bongpay atau nisan makam orang Tionghoa, ternyata merupakan sebuah prasasti penting.
Batu di atas bukit Pegunungan Lasem diduga prasasti beraksara Cina. Lokasinya di perkebunan jati Dukuh Ngasinan, Desa Warugunung, Kecamatan Pancur, Rembang.
Pramono bersama Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya menghadiri perayaan Cap Go Meh di Glodok. Hadir pula Wamen PPPA Veronika Tan hingga Anies Baswedan.
Kampung Lontong Surabaya mengalami lonjakan pesanan hingga 3 kali lipat saat Cap Go Meh. Lontong besar jadi favorit, mencerminkan tradisi kuliner yang kuat.