Polda Metro Jaya melaporkan 54 korban ledakan di SMAN 72 Jakarta, mengalami luka bakar dan serpihan kaca. Penyelidikan dan perawatan intensif sedang dilakukan.
Mensos Gus Ipul menjenguk korban ledakan SMAN 72 di RS Yarsi. Satu korban masih di ICU untuk perawatan intensif, sementara 14 lainnya sudah bisa diajak bicara.
Tragedi ledakan SMAN 72 Jakarta mendorong Kemendikdasmen melatih guru BK dan mengembangkan program Teman Sebaya untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman.
Ledakan di SMAN 72 Jakarta bukan terorisme, melainkan tindakan kriminal oleh siswa ABH. Densus 88 menyatakan pelaku terinspirasi kekerasan dari luar negeri.