Ulya Aufiya Mutmainnah, aktivis disabilitas di Majalengka, mendirikan Pelita Inklusi Nusantara untuk dorong pendidikan inklusi dan advokasi hak disabilitas.
Dipta Azwarrizmi, 20 tahun, belajar kaligrafi di LEMKA. Dalam 7 bulan, ia bertransformasi dari pemula menjadi calon maestro kaligrafi dengan cita-cita tinggi.