Ekuador dalam kondisi darurat. Situasi itu terjadi usai demonstrasi besar-besaran terjadi di puluhan provinsi akibat penghapusan subsidi bahan bakar minyak.
Ketua DPR Filipina, Martin Romualdez, mengajukan pengunduran dirinya setelah namanya terseret dalam skandal korupsi yang menuai unjuk rasa di negara itu.
Perjanjian pertahanan utama antara Australia dan Papua Nugini gagal tercapai, sehingga kedua negara terpaksa menandatangani komunike, bukan dokumen asli.
Presiden Ekuador Daniel Noboa menetapkan status darurat terhadap tujuh provinsi yang dilanda kekerasan, menyusul unjuk rasa memprotes penghapusan subsidi BBM.
Wamensos Agus Jabo menyerahkan santunan Rp 15 juta kepada keluarga Andika, korban unjuk rasa. Bantuan sembako juga disalurkan untuk meringankan beban keluarga.