Israel kembali menyerang Lebanon, beberapa jam setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan presiden terpilih AS Donald Trump membahas tentang "ancaman Iran".
Donald Trump kembali terpilih sebagai Presiden AS, sementara Iran dan Hizbullah siap hadapi Israel. Pemilu AS dinilai tak berpengaruh pada kebijakan Teheran.
Pemimpin Hizbullah Naim Qassem mengatakan pihaknya tidak menaruh harapan terhadap Pilpres AS. Menurutnya, siapapun yang menang tak ada nilainya bagi Hizbullah.
Hizbullah menyebut puluhan ribu pasukannya siap melawan Israel. Dia mengatakan hasil Pemilu Amerika Serikat (AS) tidak akan berpengaruh pada perang di Lebanon.