Bank Indonesia melaporkan kredit nganggur mencapai Rp 2.509,4 triliun per November 2025, dipicu pengusaha yang menunda penarikan kredit akibat kondisi ekonomi.
Sebagian menilai pembayaran digital lebih praktis dan efisien, lainnya berpandangan pembayaran tunai tetap perlu disediakan agar konsumen dapat terlayani.
Pengusaha Kadin Indonesia mengadukan hambatan bisnis di sektor furniture dan elektronik kepada Menteri Keuangan. Diskusi fokus pada insentif dan deregulasi.