Pesantren memiliki modal besar untuk menumbuhkan "nalar hijau", yakni cara berpikir logis yang menempatkan manusia, alam, dan Tuhan dalam hubungan harmonis.
Puncak Hari Santri Nasional 2025 di Gresik ditandai kerja sama dengan PCNU untuk melindungi hak anak pekerja migran, termasuk akses pendidikan dan identitas.
Gus Ipul menyebut Ditjen Pesantren sebagai kado dari Presiden Prabowo untuk Hari Santri 2025. Hal ini menegaskan peran penting pesantren dalam masyarakat.
Hari Santri Nasional memotivasi santri Ponpes Al Khoziny kembali belajar setelah insiden ambruknya musala. Keselamatan dan pemulihan psikologis jadi prioritas.
Ratusan santri Ponpes Al Khoziny kembali mondok setelah ambruknya musala. Mereka antusias belajar lagi di gedung IAI Al-Khoziny saat Hari Santri Nasional.