Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan penyebab melemahnya rupiah mendekati Rp 17.000/US$, dipicu ketidakpastian pasar global dan permintaan valas korporasi.
Ramadhan sebagai momentum refleksi dan pertumbuhan ekonomi. Aktivitas sosial-ekonomi meningkat, mendukung konsumsi dan produktivitas, memperkuat solidaritas.