Ilmuwan komputer yang sering disebut Bapak AI dan juga peraih Nobel, Geoffrey Hinton, punya beberapa prediksi suram tentang dampak besar dari perkembangan AI.
Di era Artificial Intelligence (AI), tak sedikit orang waswas kehilangan pekerjaan. Mereka khawatir keahliannya saat ini tergantikan kecerdasan buatan.
Samsung Electronics kembali menaikkan harga beberapa chip memorinya di tengah kelangkaan pasokan global yang dipicu ledakan pembangunan pusat data berbasis AI.
Munculnya AI mengguncang pendidikan tinggi. Kini AI menghadirkan pertanyaan: apakah ia mengancam keaslian intelektual, atau membuka babak baru inovasi akademik?