Gus Yahya mengakui konsesi tambang sebagai faktor konflik di PBNU. Ia menekankan perlunya diskusi mendalam untuk menyelesaikan isu ini secara kolektif.
Terkait dengan investigasi sabotase, Gus Imron mengatakan sudah terjadi mulai 21 November 2025 lalu. Salah satunya menghilangkan hak stamping dari Rais Aam.