Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai pengganti LPG 3 kg lagi diuji coba sebelum dipasarkan ke masyarakat.
Pemerintah rencanakan gas CNG dalam tabung 3 kg sebagai alternatif pengganti LPG. CNG lebih murah 30% dan dapat menekan impor energi. Subsidi masih dikaji.
Pemerintah mengembangkan proyek DME dari batu bara dan CNG untuk mengurangi ketergantungan impor LPG 3 kg, menekan biaya subsidi dan dampak lingkungan.
Pemerintah menggelontorkan Rp 130 triliun-Rp 140 triliun untuk impor LPG. Sementara subsidi LPG pemerintah menggelontorkan Rp 80 triliun sampai Rp 87 triliun.
Pemerintah melalui Kementerian ESDM tengah mewacanakan substitusi LPG dengan CNG karena diklaim memiliki sejumlah keuntungan. Apa itu CNG? Ini penjelasannya!