Mengenal CNG, Calon Pengganti LPG Melon 3 Kg yang Lagi Disiapkan Pemerintah

Mengenal CNG, Calon Pengganti LPG Melon 3 Kg yang Lagi Disiapkan Pemerintah

Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy - detikJateng
Kamis, 07 Mei 2026 11:45 WIB
Gas LPG ukuran 3 kg.
Gas LPG Melon 3Kg (Foto: Dok. Pertamina Patra Niaga)
Solo -

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kini tengah menyiapkan langkah strategis untuk menekan ketergantungan pada impor gas. Salah satu upaya yang sedang dimatangkan adalah pengenalan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai calon pengganti LPG melon 3 kg yang selama ini digunakan masyarakat luas.

Saat ini, pengembangan CNG dalam bentuk tabung 3 kg terus dikebut dan diperkirakan akan rampung dalam dua hingga tiga bulan ke depan. Langkah ini diambil sebagai solusi atas tingginya beban devisa negara yang mencapai Rp 130 triliun hingga Rp 140 triliun per tahun hanya untuk mengimpor LPG demi memenuhi kebutuhan konsumsi domestik.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dalam laporan detikFinance menegaskan bahwa penggunaan CNG akan jauh lebih ekonomis bagi masyarakat dibandingkan LPG.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"CNG itu sudah dilakukan kajian. Harganya jauh lebih murah, kurang lebih sekitar 30% lah lebih murah," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat (5/5/2026).

Penyebab harganya lebih murah, lanjut Bahlil, adalah ketersediaan bahan dan industrinya di Indonesia. Alhasil, CNG tak memerlukan impor.

ADVERTISEMENT

"Kenapa dia lebih murah? Karena yang pertama gasnya itu ada di kita dan industrinya kan ada di kita, di dalam negeri. Jadi, tidak kita melakukan impor. Cost transportasinya aja udah bisa meng-cover. Dan yang kedua, dia itu berada di hampir semua wilayah yang ada sumber-sumber gasnya, jadi itu jauh lebih efisien," lanjutnya.

Ia juga memastikan bahwa sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah akan tetap memberikan subsidi agar harga CNG di masyarakat tetap terjangkau, bahkan diupayakan minimal sama dengan harga LPG saat ini.

Pertanyaannya, apa itu CNG? Simak pembahasannya di bawah ini!

Apa itu CNG?

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2012, Compressed Natural Gas (CNG) adalah bahan bakar gas yang berasal dari gas bumi dengan unsur utama metana (C1). Gas ini telah dimampatkan dan disimpan dalam bejana bertekanan tinggi guna mempermudah proses transportasi serta penimbunan.

Menurut PGN LNG Indonesia, CNG dikompresi pada tekanan yang sangat tinggi, biasanya di atas 200 bar. Meskipun sering disamakan dengan LPG (Liquefied Petroleum Gas) atau LNG (Liquefied Natural Gas), ketiganya memiliki perbedaan fisik yang mencolok. Jika LPG disimpan dalam wujud cair pada tekanan moderat, maka CNG tetap dipertahankan dalam bentuk gas namun dengan tekanan yang jauh lebih besar. Karena komposisinya yang mengandung lebih dari 95% metana, CNG dikenal sebagai sumber energi yang jauh lebih bersih dan efisien untuk berbagai sektor.

Kelebihan dan Kekurangan CNG

Implementasi kebijakan ini tentu membawa dampak langsung bagi masyarakat. Berikut adalah poin-poin kelebihan dan kekurangan dari penggunaan CNG, dirujuk dari laman resmi PGN LNG Indonesia dan detikFinance.

Kelebihan CNG

  • Harga Lebih Ekonomis dan Stabil: Harga CNG cenderung stabil dan diklaim 30% lebih murah karena Indonesia memiliki sumber gas alam yang melimpah dan tidak bergantung pada fluktuasi harga minyak dunia.
  • Ramah Lingkungan: Menghasilkan emisi oksida nitrogen dan partikulat yang lebih sedikit, menjadikannya pilihan energi yang lebih hijau dibandingkan bahan bakar fosil konvensional.
  • Efisiensi Devisa Negara: Penggunaan CNG berpotensi menghemat devisa negara sekitar Rp 130 triliun hingga Rp 137 triliun serta mengurangi beban subsidi energi nasional.

Kekurangan CNG

  • Infrastruktur Terbatas: Aksesibilitas menjadi kendala karena infrastruktur pengisian CNG saat ini belum merata di setiap daerah jika dibandingkan dengan pangkalan LPG.
  • Ruang Penyimpanan: Karena gas perlu dikompresi pada tekanan tinggi, tabung CNG memerlukan spesifikasi bejana khusus yang biasanya membutuhkan ruang penyimpanan lebih besar.

Demikian penjelasan sepintas mengenai CNG yang direncanakan bakal menjadi pengganti LPG. Semoga menambah wawasanmu, ya, Lur!

Artikel ini ditulis oleh Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(num/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads