Raja Ampat menghadapi ancaman dari pertambangan nikel. Masyarakat adat menolak pencabutan izin tambang, sementara dampak lingkungan semakin mengkhawatirkan.
Kapal LCT Bayu Permata/GT 244 yang mengangkut kerikil di perairan Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. Kapal yang membawa 9 ABK itu sudah 17 hari kandas.