Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN), Ristadi mengungkap banyak perusahaan sengaja tidak membuka data pemutusan hubungan kerja (PHK) ke publik.
Kemnaker melaporkan 15.425 pekerja terdampak PHK dari Januari-April 2026, lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Pemerintah minta semua pihak tetap tenang.