Keluarga Poltak Pasaribu, korban tewas penembakan Ipda OS, mendatangi Polda Metro Jaya. Mereka menuntut dua hal kepada institusi Polri atas kematian Poltak.
Muslimin menyuruh orang untuk meminta uang Rp 120 juta ke mertuanya dengan alasan untuk membayar rumah sakit. Ternyata uang itu untuk membayar penembak istrinya
Eksekutor penembakan istri TNI di Semarang mengaku sempat dimarahi Kopda Muslimin ketika telat ke lokasi kejadian dan gagal menembak kepala korban RW (34).