Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti biaya pinjaman (cost of borrowing) Bank Dunia yang terlalu mahal dibandingkan MDBs sejawat lainnya saat ini.
Dalam waktu belakangan ini, dipicu oleh situasi global yang semakin volatile, banyak mata uang di beberapa emerging market mengalami pelemahan nilai tukar.