Anggota parlemen Belanda, Geert Wilders mengkritik permintaan maaf pemerintah Belanda kepada Indonesia atas kekerasan ekstrem selama perang kemerdekaan.
Sejumlah pihak berharap permintaan maaf Perdana Menteri Belanda Mark Rutte atas "kekerasan ekstrem" tentaranya pada 1945-1949 diikuti oleh "langkah konkret".