Gempuran barang impor ilegal dari China merugikan pasar Indonesia. Produk ini bisa 50-60% lebih murah, mengancam daya saing produk lokal dan penerimaan pajak.
"Ini dari keterangan pemilik rumah, mereka datang dini hari, kemudian langsung pinjam HP. Karena katanya mereka tidak membawa HP sebelumnya," ujar Lurah Kepil.