Agresi Israel di Palestina belum berhenti, hingga kini korban jiwa di Gaza tembus 11.000 orang. Dua per tiga korban tewas di antaranya perempuan dan anak.
Pengurus jenazah di Gaza, Abu Saher al-Maghari, mengatakan hatinya hancur melihat jenazah anak-anak dalam kondisi tubuh terpisah akibat serangan militer Israel.
Tidak ada yang bisa dilakukan dokter kepada sejumlah pasien kanker di Gaza, pasokan obat-obatan habis. Nyawa pasien satu per satu tak selamat setiap hari.
Warga di Jalur Gaza menceritakan perjuangan mereka untuk mendapatkan air, bahkan di antaranya telah tercemar, di tengah pertikaian antara Israel dan Hamas.
Kelompok Hizbullah di Lebanon menyerukan 'hari kemarahan' untuk mengutuk serangan Israel terhadap rumah sakit di Jalur Gaza yang menewaskan ratusan orang.