Situasi revolusi tersebut tidak hadir begitu saja, ia mengalami proses perjalanan yang panjang dan memiliki akar genealogi yang kuat dengan peperangan.
Pengungsi Rohingya di Bangladesh khawatir akan kelaparan dan kekurangan gizi setelah PBB peringatkan pemotongan jatah bantuan pangan karena kekurangan dana.