Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah menandatangani perintah untuk mempreteli Voice of America (VOA). Trump menuduh VOA "anti-Trump" dan "radikal".
Trump memilih loyalisnya dan pendukung kebijakan imigrasi garis keras untuk mengisi posisi di pemerintahannya. Nama-nama di antaranya adalah ajudan lamanya.