Direktur Utama IBC, Toto Nugroho menyampaikan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci baterai di pasar global.
Israel semakin membabi buta melakukan serangannya, tak hanya ke Palestina, tapi juga Iran dan Lebanon. Dosen HI Unair sebut ini bisa mengganggu Asia-Pasifik.
Indonesia memulai produksi baterai LFP dengan investasi US$ 350 juta. Pabrik di Kendal diharapkan penuhi permintaan global dan ciptakan 2.000 lapangan kerja.