Kak Seto mengklaim dia melewat masa kecil yang indah dan membahagiakan. Kenakalan khas anak-anak dan keistimewaan sebagai anak kembar dilewati dengan sukacita.
Postur Si Komo kabarnya sengaja dimiripkan dengan Pak Harto. Serta lirik lagu soal kemacetan, dianggap seperti rombongan para elite yang menutup jalan.
Kak Seto membawa Si Komo tampil di televisi atas permintaan Mbak Tutut. Si Komo juga yang membuatnya dipanggil Paspampres karena isu alat kritik Soeharto.
Seorang mahasiswi inisial A (22) dituding menjadi perebut laki orang (pelakor) hingga dianiaya. A dituding merebut suami terlapor yang merupakan driver ojol.
Setelah hampir tiga tahun terdampak pandemi, kompetisi seni lukis yang diselenggarakan setiap 3 tahun sekali, Basoeki Abdullah Art Award #4 kembali digelar.