Kementerian ESDM membantah informasi soal kapal yang berhasil keluar dari Selat Hormuz membawa muatan Liquefied Petroleum Gas (LPG), menuju ke Indonesia.
Penasihat militer Iran memperingatkan akan menenggelamkan kapal-kapal AS di Selat Hormuz, jika Washington memutuskan untuk "mengatur" jalur pelayaran utama itu.
"Kapal lewat Selat Malaka gak kita charge. Iran mau charge kapal lewat Selat Hormuz. Kalau bagi tiga Indonesia, Malaysia, Singapura lumayan, kan?" kata Purbaya.
Menlu Sugiono mengungkap perkembangan kapal Pertamina di Selat Hormuz. Proses perizinan dan negosiasi tengah berlangsung amid situasi kompleks di Iran.