Kementerian Sosial mencatat 4,3 juta Keluarga Penerima Manfaat baru setelah pemutakhiran DTSEN. Data ini untuk respons terhadap perubahan sosial ekonomi.
Program sarapan gratis DKI sempat dilarang lantaran dikhawatirkan memicu kebingungan di masyarakat terkait perbedaan dengan makan bergizi gratis, ini kata BGN.