Anggaran militer mencapai US$ 320 miliar (Rp 4.997 triliun) akan menjadikan Jepang sebagai pembelanja militer terbesar ketiga di dunia setelah AS dan China.
Perombakan itu akan mencakup peningkatan pengeluaran, membentuk kembali komando militer dan mendapatkan rudal-rudal baru untuk menangkal ancaman dari China.
Ketegangan mencekam Baghdad setelah pendukung ulama Syiah, Moqtada Sadr, menduduki parlemen. Ajakannya untuk menolak calon PM dianggap sebagai upaya kudeta.