Tengoklah lorong-lorong sempit Pasar Triwindu, tak sedikit kios yang memajang lampu-lampu gantung peninggalan Belanda. Tak main-main, harganya bisa jutaan.
Selain di mall, beberapa ruang publik seperti stasiun kereta, museum, RPTRA juga menyediakan sudut baca. Namun, buku-buku hanya tergeletak dalam kesepiannya.