Unjuk rasa di Bandung pada 29 Agustus 2025 berubah menjadi kerusuhan setelah kematian pengemudi ojol. Massa membakar aset negara dan menyerang Gedung Sate.
Sembilan remaja geng motor ditangkap polisi di Jambi setelah tawuran. Mereka menangis meminta maaf kepada orang tua dan berjanji tidak mengulangi perbuatan.