Kanselir Jerman Friedrich Merz mengambil langkah tegas dalam mengendalikan migran ilegal dan menentukan kebijakan luar negeri. Namun, keretakan mulai terlihat.
Kantor berita Palestina Shehab, sekitar pukul 11.30 WIB, Senin (13/10), melaporkan bahwa Hamas telah merilis nama-nama 20 sandera yang akan dibebaskan.
Dubes Iran untuk PBB menyatakan AS "menghancurkan diplomasi" dengan menyerang situs nuklir Iran. Sementara Trump mengatakan terbuka terhadap perubahan rezim.