Pelemahan belanja masyarakat Indonesia menjelang Ramadan terdeteksi, terutama di kelas bawah. Fokus belanja kini lebih pada kebutuhan primer dan pakaian.
Pesantren memiliki modal besar untuk menumbuhkan "nalar hijau", yakni cara berpikir logis yang menempatkan manusia, alam, dan Tuhan dalam hubungan harmonis.