Perhatian publik tertuju ke Rasmus Paludan, pendiri gerakan sayap kanan Denmark, Stram Kurs atau Garis Keras yang menyuarakan agenda anti-imigran, anti-Islam.
Hary Tanoesoedibjo melebarkan sayapnya ke bisnis minyak dan gas nasional. Hal itu dilakukan dengan mengakuisisi sebuah perusahaan migas bernama PT Suma Sarana.