Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengeluarkan kebijakan pendidikan 2025, seperti pembebasan ijazah dan jam sekolah baru, yang menuai pro dan kontra di masyarakat.
Pemprov Jabar rencanakan penambahan rombel dari 36 menjadi 50 siswa, ditolak FKSS. Mereka khawatir mutu pendidikan menurun dan sekolah swasta terancam tutup.