Para pelaku adalah anggta gangster 'Brotherstres'. Mereka nongkrong di Taman Harapan Mulia, sedang bersiap untuk tawuran di Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Kepsek di Lutra, Sulsel menyebut prestasi Diki penjual siomay di sekolah biasa saja dan Mustajab tetap angkat topi karena tekad Diki luar biasa menjalani hidup.