Qatar, yang menjadi mediator konflik Timur Tengah, mengungkapkan bahwa AS dan Iran masih terlibat dalam pembicaraan untuk mengakhiri perang yang berlarut-larut.
Uni Emirat Arab menutup wilayah udaranya secara mendadak setelah serangan balasan Iran. Tindakan pencegahan ini untuk melindungi keselamatan penerbangan.
Garda Revolusi Iran mengklaim menembakkan dua rudal ke pangkalan militer AS di Kuwait. Serangan ini memicu kerusakan signifikan pada infrastruktur militer.
Serangan Amerika Serikat dan Israel membawa ketakutan tiada henti pada anak-anak di Iran. Lebih dari 20% penduduk Iran (sekitar 20,4 juta jiwa) berusia anak.