Dalam menyusun kabinetnya, Prabowo lebih mengedepankan pola akomodatif dibanding sistem meritokrasi. Strategi pegang kendali pemerintahan tanpa oposisi.
Seperti semua inovasi dalam sistem politik, ide pembentukan zaken kabinet perlu dikaji lebih seksama untuk memahami potensi keunggulan dan risiko-risikonya.