Bahlil mengapresiasi upaya Takeda mengembangkan vaksin demam berdarah dan investasi Takeda yang telah berada di Indonesia sejak 1971 pada sektor farmasi.
WHO kini menyelidiki hubungan produsen sejumlah sirup obat batuk yang terkontaminasi, berkaitan dengan kematian lebih dari 300 anak di 3 negara termasuk RI.